KOTA PADANGSIDIMPUAN

Logo Kota Padangsidimpuan

Perisai dengan garis pinggir hitam berarti kesiagaan masyarakat Padangsidimpuan
Bintang merah berarti ketuhanan yang maha esa
Padi dan kapas berarti kesejahteraan masyarakat
Bagas Godang (Rumah yg berwarna putih) berarti pembangunan yg tetap berdasarkan adat
Buku berarti ilmu pengetahuan dan kota pendidikan
Salak yang berjumlah 45 buah berarti sejak dulu padangsidimpuan dikenal sebagai kota salak
Pedang dan perisai bersilang berarti keteguhan masyarakat Padangsidimpuan

Ulos berwarna putih (yg berisi tulisan SALUMPAT SAINDEGE) berarti kesucian
Motto “SALUMPAT SAINDEGE”berarti filsafat masyarakat Padangsidimpuan dalam melaksanakan kehidupan didasarkan kepada kebersamaan, keselarasan, dan keserasia
Sumber: Perda-No.01-Th-2003

Pembentukan  Kota Padangsidimpuan atas dasar Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2001. Pada Tanggal 17 Oktober 2001 dan Drs. Zulkarnain Nasution sebagai Walikota dan DR. (HC) Ali Umar Tanjung sebagai Wakil Walikota.

Pada Bulan Pebruari 2008 Gubsu Rudolf M. Pardede melantik Walikota Padangsidimpuan Priode 2007 – 2012 yaitu  Drs. H. Zulkarnaen Nasution MM dan Wakil Walikota H. Mara Gunung SE., setelah  menang dalam Pilkada pertama di Kota ini.

Kota Padangsidimpuan memiliki luas 13.439,915 Ha yang dikelilingi oleh Bukit Barisan dengan jumlah penduduk ± 176.332 jiwa, dengan mata pencaharian yang variatif. Kota Padangsidimpuan terdiri dari enam kecamatan

 

 Peta Kota Padangsidimpuan

Sumber : Bappeda Kota Padangsidimpuan

 

VISI KOTA PADANGSIDIMPUAN :

“KOTA PADANGSIDIMPUAN YANG SEJAHTERA”

MISI KOTA PADANGSIDIMPUAN :

  1. Memperkuat Tata Kepemerintahan yang Baik (Good Governance) dengan meningkatkan Profesionalisme Kompetensi Aparatur Pemerintah, dan Fungsi Kelembagaan.
  2. Meningkatkan Daya Saing melalui Peningkatan Kualitas SDM Kota Padangsidimpuan
  3. Meningkatkan Ketertiban, Ketentraman, dan Penegakan Supremasi Hukum
  4. Menanggulangi Kemiskinan dan Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat melalui Pengembangan Sektor Pertanian, Sektor Perdagangan, Sektor Jasa, dan Pariwisata.
  5. Meningkatkan Sarana dan Prasarana Perkantoran yang Berwawasan Lingkungan
  6. Meningkatkan Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan dalam Pemanfaatan, dan Pengembangan Potensi Daerah yang Selaras dengan Rencana Tata Ruang yang Berwawasan Lingkungan.

 

This entry was posted in Pemerintahan. Bookmark the permalink.

5 Responses to KOTA PADANGSIDIMPUAN

  1. Asslkum,
    Bpk/Ibu yth,
    Mohon informasi, bagaimana caranya bila ingin mendapatkan softcopy dari peta-peta tersebut diatas dengan ukuran yang besar, untuk bisa dicetak pada ukuran yang lebih besar ?
    Lebih dahulu saya ucapkan terima kasih atas perhatian nya.
    Wsslm

  2. Feber Sormin says:

    kalau ada peta kota padangsidimpuan atau peta berdasarkan tata ruang kota sidimpuan bisa diemail dong..
    thanks

  3. Heran melihat kota padangsidimouan sekarang…..
    sudah banyak pelanggaran yang seharusnya di benahi…
    Mesjid Raya Agung…. yang tamannya dulu di buat sedemikian rupa…. Ehh… malah di rusak oleh masyarakat itu sendiri….. sudah ada tulisan larangan “JANGAN DUDUK DI ATAS TAMAN” malah di langgar….di buat tempat mangkal anak muda dan tempat pedagang PPL….. padahal tempat suc…. tempat ibadah…..
    mungkin ini terlalu di biarkan oleh pihak terkait….

    Apa lagi….. bangunan yang baru di bangun di siborang….. menara/tugu salak yang buat sebangai simbolik SUMATRA yang 75% hasil pertaniannya salak…. malah di buat tempat mangkal anak muda dan tempat dagang PPL…..
    andaikan itu di pagar….. mungkin tampak keindahan Kota PADANGSIDIMPUAN……
    Jangan sampai simbol kota di buuat jelek ole masyarakat itu sendiri…..
    ini hanya mementingkan kota padangsidimpuan ke depan dan kelak ke anak cucu kita bisa merasakan ke indahan kota….

    jangan sampai apa yang sudah di bangun di slah gunakan…

  4. huzair says:

    Assalami’alaikum Wr.Wb Seperti yang digadang-gadang Pemko Padangsidimpuan bahwa menjadikan kota ini Kota perdagangan,pendidikan dan jasa masih jauh dari memuaskan hasilnya dan masih banyak yang harus dibenahi dan ini wajar mengingat Kota padangsidimpuan umurnya masih baru butuh kerja keras dan kemauan semua pihak tanpa terkecuali untuk mewujudkan hal tersebut,Pemko bisa saja mencari terobosan lain dengan mendatangkan APBD jadikan kota Padangsidimpuan menjadi kota kunjungan bagi pendatang buat hal baru seperti bangun kebun binatang atau water park atau tempat wisata yang menarik untuk disinggahi sehingga para pengunjung tidak hanya ingin belanja tapi sekalian berlibur dan menambah masa tinggalnya di kota ini kalau kita mau alam padangsidimpuan bisa kita jual kepada Investor dan hal ini potensi besar karena kita sudah menuju pusat perdagangan terbesardi pantai barat masalah kebersihan kota masih banyak sampah warga yang menumpuk disetiap gang di sepanjang jalan protokol menambah kesan jorok dimana kesadaran kita sebagai warga kota sudah lama kota ini tidak mendapat Adipura karena kotanya tidak bersih ini cerminan masyarakat yang tidak peduli kebersihan

  5. Don says:

    sembrautttt, sperti kota tanpa Aturan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *