<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sidimpuan Community</title>
	<atom:link href="http://sidimpuan.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sidimpuan.com</link>
	<description>Kota Padangsidimpuan -- Salumpat Saindege, Rap tu ginjang rap tu toru</description>
	<lastBuildDate>Sun, 20 Nov 2011 18:43:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://sidimpuan.com/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Pengurus PMI Tabagsel Periode 2011-2016 Dilantik</title>
		<link>http://sidimpuan.com/pengurus-pmi-tabagsel-periode-2011-2016-dilantik/</link>
		<comments>http://sidimpuan.com/pengurus-pmi-tabagsel-periode-2011-2016-dilantik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 09:42:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sidimpuan.com/?p=814</guid>
		<description><![CDATA[P. Sidimpuan, (Analisa). Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara DR.H.Rahmat Shah melantik sekaligus mengukuhkan pengurus harian PMI empat kabupaten/kota se- Tapanuli Bagaian Selatan periode 20011-2016 secara serentak di Gedung Nasional, Jalan Sudirman Kota Padangsidimpuan, Selasa (15/11). Acara pelantikan ditandai pengambilan sumpah, penandatanganan berita acara serta penyerahan bendera pataka oleh Ketua Pengda]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>P. Sidimpuan, (Analisa). Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Utara DR.H.Rahmat Shah melantik sekaligus mengukuhkan pengurus harian PMI empat kabupaten/kota se- Tapanuli Bagaian Selatan periode 20011-2016 secara serentak di Gedung Nasional, Jalan Sudirman Kota Padangsidimpuan, Selasa (15/11).</div>
<p>Acara pelantikan ditandai pengambilan sumpah, penandatanganan berita acara serta penyerahan bendera pataka oleh Ketua Pengda PMI Rahmat Shah kepada empat perwakilan pengurus kabupaten/kota se-Tabagsel yaitu Kabupaten Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Padanglawas Utara dan Kota P. Sidimpuan.</p>
<p>Hadir dalam acara itu, Bupati Tapsel H. Syahrul M Pasaribu, Wakil Walikota P. Sidimpuan Maragunung Harahap, Kapolres P. Sidimpuan AKBP Andi Syahriful Taufik, S.IK.M.Si, Sekdako P. Sidimpuan H. Sarmadhan Hasibuan serta para unsur muspida plus se-Tabagsel.</p>
<p>Dalam sambutannya Ketua Pengda PMI Sumut DR H. Rahmat Shah menghimbau, agar seluruh pengurus dapat menjaga kekompakan dalam menjalankan tugas.</p>
<p>&#8220;Jaga kekompakan, tanggalkan seluruh atribut pribadi karena saudara-saudara telah bergabung dengan PMI, &#8220;ujarnya.</p>
<p>Selain itu, Rahmat juga meminta agar para pengurus dapat bekerja dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan hasil yang baik.</p>
<p>&#8220;Bekerjalah dengan baik dan sungguh-sungguh. Abdikan dirimu sepenuhnya untuk membantu masyarakat karena itulah hakekat berdirinya PMI, &#8220;imbuhnya.</p>
<p>Sementara untuk pemerintah daerah Rahmat meminta, agar anggaran PMI dapat ditampung dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) masing-masing.</p>
<p>&#8220;Bantulah PMI dengan menampung anggarannya dalam APBD, agar jangkauan tugasnya dapat lebih luas dan maksimal, &#8220;katanya.</p>
<p>Dalam kesempatan itu Rahmat juga mengungkapkan, jika Pengda akan segera meluncurkan bantuan berupa 100 tenda dan 1 unit mobil donor kepada PMI diempata didaerah itu.</p>
<p>&#8220;Saya berjanji sebelum periode saya berakhir bantuan satu unit mobil donor dan 100 tenda akan terealisasi, &#8221; terangnya menanggapi permintaan Ketua PMI Tapsel dalam kata sambutan sebelumnya.</p>
<p>Turut memberikan kata sambutan pada acara pelantikan itu, Bupati Tapanuli Selatan H. Syahrul M Pasaribu serta para ketua PMI empat kabupaten/kota se-Tabagsel.</p>
<p>Adapun susunan kepengurusan PMI Tabagsel Periode 2011-2016 yang dilantik itu, Kabupaten Tapsel Ketua Drs. M sarjan Lubis, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Sumber Daya Ahmad Efendi Nasution, S.Sos, Wakil Ketua Pelayanan Kesehatan dan Donor Darah dr. Tety Rumondang Harahap, Wakil Ketua Penangulangan Bencana dr.Ismail Fahmi, M.kes.</p>
<p>Wakil Ketua Bidang PMR dan relawan Rusijanto,S.Sos. Wakil Ketua Bidang Pengembangan Citra dan Hubungan antar Lembaga dr.Hodri A.M Simatupang, Wakil Ketua Bidang Penggalangan Dana, Sarana dan Prasarana H. Solihuddin Harahap, sekretaris dr. Sri Khairunnisa, wakil sekretrais Hj. Chadidjah Lubis, Bendahara H. Mara Sakti Harahap sereta anggota Muhammad Amri Rambe, SKM.</p>
<p>Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Ketua Drs M. Yusuf Nasution, M.Si, Sekretaris dr.Yanda Ardanta dan bendahara Lis Mulyadi Nasution.</p>
<p>Untuk kota P. Sidimpuan ketua dijabat H. Maragunung Harahap SE.MM Sekretaris H.Rahuddin Harahap, SH.MH dan Bendahara drs.Hj Rosdiana,Apt.</p>
<p>Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta) ketua, H. Ishak Harahap, Sekretaris dr.Irwan dan bendahara Hendri Saputra Hasibuan, SH. Beserta mereka juga dilantik para ketua-ketua bidang, wakil sekretaris dan anggota masing-masing. (hih)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sidimpuan.com/pengurus-pmi-tabagsel-periode-2011-2016-dilantik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harga Minah Rp 10.000 Perliter di Sidimpuan</title>
		<link>http://sidimpuan.com/harga-minah-rp-10-000-perliter-di-sidimpuan/</link>
		<comments>http://sidimpuan.com/harga-minah-rp-10-000-perliter-di-sidimpuan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2011 18:40:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sidimpuan.com/?p=812</guid>
		<description><![CDATA[P. Sidimpuan, (Analisa). Harga Minyak Tanah (Minah) mencapai harga Rp 9000 hingga Rp 10.000 ditingkat pengecer di Kota Padangsidimpuan. Informasi dihimpun Analisa, Kamis (17/11), meroketnya harga Minah ditingkat pengecer ini sudah terjadi selama dua pekan terakhir ini. &#8220;Sudah dua pekan terakhir ini, Minah sulit didapatkan, kalaupun ada harganya mencekik leher, &#8220;ujar salah seorang ibu rumah]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="mymain">
<div>P. Sidimpuan, (Analisa). Harga Minyak Tanah (Minah) mencapai harga Rp 9000 hingga Rp 10.000 ditingkat pengecer di Kota Padangsidimpuan.</div>
<div>Informasi dihimpun Analisa, Kamis (17/11), meroketnya harga Minah ditingkat pengecer ini sudah terjadi selama dua pekan terakhir ini.</p>
<p>&#8220;Sudah dua pekan terakhir ini, Minah sulit didapatkan, kalaupun ada harganya mencekik leher, &#8220;ujar salah seorang ibu rumah tangga Mei (34) warga Jalan Kenanga Kota P. Sidimpuan.</p>
<p>Diharapkannya, pihak Pemko dan Polres Padangsidimpuan segera turun tangan agar kelangkaan maupun harga minah dapat kembali normal seperti sediakala. &#8220;Pemko maupun Polres harus turun tangan, agar kelangkaan dan tingginya harga Minah ini kembali normal, &#8220;pintanya.</p>
<p>Hal senada dikatakan Norma Siregar (45) warga Kampung Marancar yang mengaku sangat kesulitan mendapatkan Minah dua pekan terakahir ini.</p>
<p>&#8220;Warung-warung yang biasa menjual Minah, kini tidak lagi dikarenakan mereka juga kesulitan mendapatkan Minah dari pihak agen. Makanya terkadang kami terpaksa memasak memakai kayu bakar, karena kalau memakai gas takut meledek,&#8221; katanya.</p>
<p>Norma menduga adanya permainan spekulan dalam kelangkaan Minah yang terjadi di Kota P. Sidimpuan.</p>
<p>&#8220;Kelangkaan ini tidak wajar, mungkin ada pihak-pihak nakal yang memanfaatkan momentum konversi Minah ke gas, &#8220;terangnya.</p>
<p>Salah seorang agen Minah A Srg (30) mengatakan, sulitnya Minah dua pekan terakhir ini diakibatkan berkurangnya subsidi maupun jatah dari pemerintah.</p>
<p>&#8220;Kelangkaan Minah ini disebabkan pemerintah telah mengurangi subsidi Minah sebanyak 50 persen. Hal ini sesuai dengan kebijakan konversi Minah ke gas pada Januari 2012 mendatang. Saat itu Minah tidak lagi disubsidi, &#8220;terangnya.</p>
<p>Sementara H. Rambe (34) salah seorang penjual Minah eceran mengungkapkan, jika sesungguhnya tingginya harga Minah ini tidak semerta dikarenakan konversi Minah ke gas namun dikarenakan adanya unsur main mata dengan pihak pangkalan.</p>
<p>&#8220;Pihak pangkalan kerap memenuhi permintaan pembeli yang mau membeli dengan harga Rp 7000 hingga Rp 8000. Makanya wajar jika ditingkat eceran harga mencapai Rp 10.000 per liter. Jadi yang diuntungkan disini adalah pihak pangkalan, bukan pengecer &#8220;katanya.</p>
<p>Rambe meminta agar, Pemko maupun Polres Sidimpuan dapat menertibkan harga dari pihak pangkalan Minah karena dengan itu harga Minah ditingkat pengecer akan kembali normal.</p>
<p>Terpisah, Kapolres P. Sidimpuan AKBP Andi Syahriful Taufik S.Ik, M.Si mengungkapkan, jika pihaknya akan segera berkordinasi dengan pihak pemko untuk mengatasi kelangkaan Minah ini. &#8220;Kita akan segera kordinasi dengan Disperindag Pemko guna mencari akar masalah langka dan tingginya Minah dikota dalihan natolu ini, &#8220;terangnya. (hih)</p></div>
</div>
<div>sumber : http://www.analisadaily.com</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sidimpuan.com/harga-minah-rp-10-000-perliter-di-sidimpuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemko Padangsidimpuan Siap Berlakukan e-KTP</title>
		<link>http://sidimpuan.com/pemko-padangsidimpuan-siap-berlakukan-e-ktp/</link>
		<comments>http://sidimpuan.com/pemko-padangsidimpuan-siap-berlakukan-e-ktp/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Nov 2011 18:39:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sidimpuan.com/?p=810</guid>
		<description><![CDATA[Padangsidimpuan, (Analisa). Mulai tahun 2012, Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan akan memberlakukan penggunaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (E-KTP) dengan sistim yang ada. &#8220;E-KTP ini sangat bermanfaat dan efisien untuk berbagai kepentingan seperti mencegah tenaga kerja ilegal, pembelian tanah dengan bermacam KTP, termasuk kejahatan-kejahatan lain, serta mencegah terjadinya pemilih ganda dalam Pemilu,&#8221; kata Kepala Dinas Kependudukan dan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="mymain">
<div>Padangsidimpuan, (Analisa). Mulai tahun 2012, Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan akan memberlakukan penggunaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (E-KTP) dengan sistim yang ada.</div>
<div>&#8220;E-KTP ini sangat bermanfaat dan efisien untuk berbagai kepentingan seperti mencegah tenaga kerja ilegal, pembelian tanah dengan bermacam KTP, termasuk kejahatan-kejahatan lain, serta mencegah terjadinya pemilih ganda dalam Pemilu,&#8221; kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemko Padangsidimpuan Drs Satya Halim melaui Sekretaris Drs Fahran Siregar kepada wartawan, (11/11).</p>
<p>Program ini, lanjutnya, akan efektif dimulai Mei 2012 dengan menjangkau 6 kecamatan, dengan total masyarakat sekira 200 ribu jiwa. &#8220;e-KTP berlaku secara nasional,&#8221; terangnya.</p>
<p>Ia juga mengharapkan, E-KTP ini mampu menjadi kartu identitas tunggal warga negara Indonesia yang sulit untuk dipalsukan. Karena, Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang ada pada e-KTP hanya belaku tunggal. Untuk menghindari identitas ganda atau duplikasi identitas, setiap warga nomornya cuma satu. Mulai dari lahir sampai dia meninggal,&#8221; kata Farhan.</p>
<p>Dengan demikian, masyarakat tak perlu khawatir jika harus berpindah domisili dari satu kota ke kota lain.</p>
<p>Ia menambahkan, awal 2012 Dinas Dukcapil Pemko Padangsidimpuan akan memulai sosialisasi ke tengah masyarakat, yang selanjutnya akan mendata warga yang wajib KTP sebagai antisipasi terhadap munculnya warga yang ber-KTP ganda. &#8220;Tiga bulan menjelang diberlakukannya KTP elektronik, kita lakukan pendataan terus ke semua warga. Karena itu, terhadap semua warga yang sudah memiliki KTP, wajib mengganti KTP lamanya dengan KTP elektronik,&#8221; paparnya.</p>
<p>Dalam waktu dekat ini, Pemko Padangsidimpuan melalui Dinas Dukcapil akan melakukan sosialisasi tentang KTP elektronik ini. Sosialisasi tidak hanya dilakukan pada saat aparat menggelar layanan jemput bola dokumen kependudukan, tetapi juga pada berbagai kesempatan. &#8220;Dalam sosialisasi nantinya, akan melibatkan pihak kecamatan, kelurahan maupun desa untuk berpartisipasi. Karena, dengan cara seperti ini, diharapkan, begitu e-KTP diberlakukan, semua warga sudah siap dan mengetahui langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk mengganti KTP lama dengan KTP baru,&#8221; imbuhnya. (ben)</p></div>
<div>sumber : http://www.analisadaily.com</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sidimpuan.com/pemko-padangsidimpuan-siap-berlakukan-e-ktp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Komisi II DPRD Sidimpuan Tinjau Proyek Bermasalah</title>
		<link>http://sidimpuan.com/komisi-ii-dprd-sidimpuan-tinjau-proyek-bermasalah/</link>
		<comments>http://sidimpuan.com/komisi-ii-dprd-sidimpuan-tinjau-proyek-bermasalah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2011 18:38:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sidimpuan.com/?p=808</guid>
		<description><![CDATA[P. Sidimpuan, (Analisa). Komisi II DPRD Kota Padangsidimpuan meninjau dua lokasi proyek diduga bermasalah dikawasan Pasar Inpres Sadabuan, dan Kelurahan Kampung Kelapa Linkungan III Kecamatan Padang Sidimpuan Utara, Selasa (1/11). Kedua proyek diduga bermasalah itu masing-masing, pembangunan drainase (parit) Kampung Kelapa dan pemakaian badan jalan untuk tempat berjualan di Pasar Inpres Sadabuan. Dalam tinjauan komisi]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>P. Sidimpuan, (Analisa). Komisi II DPRD Kota Padangsidimpuan meninjau dua lokasi proyek diduga bermasalah dikawasan Pasar Inpres Sadabuan, dan Kelurahan Kampung Kelapa Linkungan III Kecamatan Padang Sidimpuan Utara, Selasa (1/11).</div>
<p>Kedua proyek diduga bermasalah itu masing-masing, pembangunan drainase (parit) Kampung Kelapa dan pemakaian badan jalan untuk tempat berjualan di Pasar Inpres Sadabuan.</p>
<p>Dalam tinjauan komisi II tersebut ditemukan bukti, atas aduan masyarakat akan adanya penyalahgunaan fungsi jalan sebagai tempat berjualan dan pembangunan drainase yang tidak efektif dan terkesan merugikan masyarakat.</p>
<p>Badan jalan yang merupakan lokasi terminal sementara terlihat kumuh, sampah berserakan dan menyumbat parit. Sementara, angkutan yang biasa mangkal di lokasi tersebut terpaksa harus mencari parkir di luar terminal.</p>
<p>Untuk pembangunan drainase, pembuangan aliran air di dalam parit tidak ada, sehingga air menumpuk pada perumahan warga.</p>
<p>Menurut Baun (31) warga setempat, mereka khawatir setiap turun hujan, sebab limpahan air dari dalam parit sangat deras. &#8220;Bila hujan turun, masyarakat kebanjiran, karena pembangunan parit itu, air masuk ke perumahan penduduk,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Diakuinya, sebelum parit itu dibangun, masyarakat di wilayah itu tidak pernah merasakan banjir. Ironisnya, pembangunan drainase tidak melalui koordinasi dengan masyarakat.</p>
<p>&#8220;Sebenarnya pemerintah tidak pernah bertanya kepada warga, mereka asal membangun, sehingga kejadiannya seperti ini,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Diharapkannya, pemerintah agar segera memperbaiki kondisi drainase, sehingga air di dalam parit tidak melimpah ke rumah warga.</p>
<p>Hal senada diungkapkan Hardi Siregar (35) yang menambahkan, akibat pembanguna ndrainase tersebut air menggenangi halaman rumahnya</p>
<p>Wakil Ketua Komisi II DPRD Sidimpuan H Khoiruddin Nasution menyayangkan pembangunan drainase dan pengalihan fungsi badan jalan menjadi tempat berdagang.</p>
<p>Dikatakan, DPRD akan memperjuangkan agar kelanjutan pembangunan drainase di lingkungan tersebut sesuai dengan rencana, tidak menyalahi aturan sehingga menimbulkan kerugian. Diminta warga membuat kajian ulang melalui musrenbang dan ke depan akan dibuat sebagai acuan prioritas ditampung penganggarannya.</p>
<p>&#8220;Karena masalah ini adalah masalah yang sensitif dan langsung bersentuhan dengan masyarakat, dalam waktu dekat, kami akan memanggil Kadis PU untuk meminta pertanggung-jawaban,&#8221; tegasnya. (hih)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sidimpuan.com/komisi-ii-dprd-sidimpuan-tinjau-proyek-bermasalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>33 Pasangan dan 42 Sepeda Motor Terjaring</title>
		<link>http://sidimpuan.com/33-pasangan-dan-42-sepeda-motor-terjaring/</link>
		<comments>http://sidimpuan.com/33-pasangan-dan-42-sepeda-motor-terjaring/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 18:35:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sidimpuan.com/?p=805</guid>
		<description><![CDATA[P. Sidimpuan, (Analisa). Polres Padangsidimpuan bersama Satpol PP menjaring 33 pasangan mesum dan 42 sepeda motor dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat) di sejumlah cafe sepanjang Jalan By Pass Kecamatan Sidimpuan Batuanbadua, Minggu (31/10) sore. Selain mengamankan para pasangan mesum dan sepeda motornya, pihak personil Polres dan Sat pol PP Sidimpuan juga menemukan sejumlah kondom dan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>P. Sidimpuan, (Analisa). Polres Padangsidimpuan bersama Satpol PP menjaring 33 pasangan mesum dan 42 sepeda motor dalam operasi penyakit masyarakat (Pekat) di sejumlah cafe sepanjang Jalan By Pass Kecamatan Sidimpuan Batuanbadua, Minggu (31/10) sore.</div>
<p>Selain mengamankan para pasangan mesum dan sepeda motornya, pihak personil Polres dan Sat pol PP Sidimpuan juga menemukan sejumlah kondom dan celana dalam wanita.</p>
<p>Pantauan Analisa, para pasangan mesum yang terjaring pada operasi yang dipimpin langsung Kapolres P. Sidimpuan AKBP Andi Syahriful Taufik SIK MSi bersama Kasatpol PP Erwin H Harahap SSTP tersebut, didominasi kalangan pelajar.</p>
<p>Meski ada juga juga salah satu pasangan mesum berstatus PNS DPRD Tapanuli Selatan (Tapsel). Para pasangan mesum ini kemudian digiring ke Mapolres Sidimpuan untuk pendataan dan pembinaan.</p>
<p>Selanjutnya, mereka dikembalikan kepada keluarga masing-masing. Jika belum menikah dijemput orangtuanya dan jika sudah menikah dijemput oleh istri atau suaminya setelah menandatangani surat perjanjian.</p>
<p>Kapolres P. Sidimpuan AKBP Andi Syahriful Taufik SIK MSi di sela-sela razia pekat yang ditingkatkan tersebut kepada Analisa mengungkapkan, razia ini merupakan salah bentuk wujud nyata kepolisian dan satpol PP atas laporan masyarakat tentang menjamurnya pondok-pondok maksiat di kawasan bypass Sidimpuan.</p>
<p>&#8220;Razia ini adalah operasi rutin yang ditingkatkan, khususnya tentang penyakit masyarakat. Kita lakukan ini, sehubungan dengan laporan masyarakat yang meminta agar tempat-tempat mesum ditertibkan, karena sudah sangat meresahkan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dijelaskan, adapun pasangan mesum yang terjaring dalam operasi tersebut terdiri dari 32 pasangan muda-mudi berstatus pelajar, 1 pasangan PNS serta 42 unit sepeda motor.</p>
<p>&#8220;Bertobatlah, kembalilah ke jalan yang benar. Jangan sampai terjaring lagi. Kali ini ada toleransi, namun jika tertangkap lagi maka akan diserahkan ke Dinsos untuk pembinaan,&#8221; terangnya.</p>
<p>Kasatpol PP Pemko P. Sidimpuan Erwin H Harahap menegaskan, jika nantinya para pasangan mesum ini kembali terjaring dalam operasi berikutnya, maka akan diserahkan ke Dinsos untuk dilakukan pembinaan, karena seluruh yang terjaring sudah ada databasenya di Satpol termasuk foto dan alamat yang bersangkutan.</p>
<p>&#8220;Demi bersihnya Kota Sidimpuan dari penyakit masyarakat, kita akan terus lakukan razia. Kita tidak pilih kasih. Siapapun akan kita razia,&#8221; katanya.</p>
<p>Tindak Tegas</p>
<p>Terpisah, Sekretaris Pimpinan Muhammadiyah Kota P. Sidimpuan Syawaluddin Hasibuan meminta agar Pemko Padangsidimpuan bertindak tegas terhadap para pemilik pondok-pondok mesum di kota dalihan natolu ini.</p>
<p>&#8220;Lakukan tindakan tegas. Jangan setengah-setengah. Jika mereka membandel bongkar paksa saja. Jangan karena ulah mereka, masa depan generasi muda yang belum mampu berpikir panjang rusak akibatnya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Syawal mengaku heran atas kondisi kemaksiatan yang terus merajalela di kota berjulukan serambi Mekkahnya Sumut ini. &#8220;Kota ini dari dulu terkenal agamis, kok malah belakangan ini malah lebih dikenal dengan lokasi kemaksiatannya,&#8221; katanya.</p>
<p>Menurutnya, menjamurnya pondok-pondok mesum di daerah ini merupakan salah bentuk lemahnya pengawasan pihak Pemko atas izin usaha yang diberikan kepada para pengusaha. Akibatnya, kerap izin usaha itu disalahkah gunakan.</p>
<p>Dia berharap razia ini dilakukan secara berkesinambungan. (hih)</p>
<p>sumber : http://www.analisadaily.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sidimpuan.com/33-pasangan-dan-42-sepeda-motor-terjaring/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

